Perumda Tirta Mahakam Siap Dukung Suplai Air Baku untuk IKN

img

Kepala Perumda Tirta Mahakam Suparno. (pic:Tanty)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Belum lama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) telah melakukan pertemuan langsung dengan Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara untuk membahas rencana suplai air bersih ke kawasan IKN. Pertemuan ini diungkapkan langsung Bupati Kukar Aulia Rahman Basri usai menghadiri HUT Perumda Tirta Mahakam ke 34 Tahun.

 

“Kami juga sudah bertemu dengan Pak Basuki selaku Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berupaya menyuplai air untuk IKN,” ujar Aulia kepada awak media.

 

Ia menjelaskan bahwa pola kerja sama dan skema suplai air saat ini telah dirumuskan bersama dan diharapkan segera ditindaklanjuti.

 

“Nantinya pola suplai sudah kita rumuskan. Insyaallah akan ada gebrakan dan langkah-langkah konkret dari PDAM. Kami yakin kontinuitas dan kualitas air PDAM ke depan akan jauh lebih baik,” tegasnya.

 

Saat dikonfirmasi Poskotakaltimnews Kepala Perumda Tirta Mahakam, Suparno, menyampaikan kesiapan daerah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Selain itu diakui Suparno dalam waktu dekat ini akan ada agenda audiensi dengan Otorita IKN (OIKN) dalam waktu dekat.

 

Suparno yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Kalimantan Timur mengatakan, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono berkeinginan mengajak seluruh anggota Perpamsi se-Indonesia untuk berdiskusi terkait pemenuhan air bersih, khususnya bagi IKN.

 

“Di Kalimantan Timur sendiri terdapat sembilan anggota Perpamsi, terdiri dari tiga kota yakni Balikpapan, Samarinda, dan Bontang, serta enam kabupaten yaitu Kutai Timur, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Berau, Kutai Kartanegara, dan Paser,” ujar Suparno.

 

Ia menjelaskan, kebutuhan air bersih menjadi isu krusial seiring pesatnya perkembangan IKN. Selain IKN, Kota Balikpapan juga menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan air bersih. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Balikpapan masih kekurangan pasokan air hingga sekitar 1.000 liter per detik.

 

“Balikpapan adalah pintu gerbang utama menuju IKN. Orang yang akan ke IKN sebagian besar masuk melalui Balikpapan, sehingga kebutuhan air Balikpapan dan IKN harus disinergikan,” jelasnya.

 

Dalam diskusi yang akan datang, Suparno mengatakan OIKN ingin membahas potensi sumber air baku yang dapat dimanfaatkan.

 

Menurut Suparno, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki peluang besar karena ketersediaan volume air Sungai Mahakam yang dinilai sangat memadai.

 

“Kukar memiliki sumber daya air dari Sungai Mahakam yang volumenya sangat mencukupi. Tinggal bagaimana kontribusi dan pola kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kukar dengan OIKN ke depan,” kata Suparno.

 

Ia menegaskan bahwa dari sisi kualitas dan kontinuitas, air Sungai Mahakam tidak diragukan. Hal ini berbeda dengan kondisi di Pulau Jawa yang banyak bergantung pada waduk dan mata air pegunungan.

 

“Saya juga sudah berdiskusi dengan rekan-rekan di Bappenas. Di Kalimantan, khususnya di beberapa kawasan , karakter sumber airnya memang berbeda dengan Jawa. Karena itu, Sungai Mahakam menjadi salah satu opsi strategis,” tambahnya.

Ke depan, Suparno menilai jika Kutai Kartanegara memiliki peran penting dalam mendukung suplai air baku maupun air bersih bagi IKN tentu akan berdampak terhadap PAD, mengingat potensi besar sumber daya air yang dimiliki. (Tan)